Melalui teknologi Google User’s Voice (GUV), Google bekerja sama dengan UCP Wheels for Humanity (UCP Wheels) mengadakan riset yang membantu pengguna kursi roda. Riset tersebut bertujuan untuk memperluas kesempatan dan kemandirian penyandang cacat di negara berkembang.
Dalam proyek itu, beberapa jenis kursi roda di Bali akan dipasangkan sensor GUV. Saat kursi tersebut bergerak, maka secara otomatis terjadi pengambilan data yang menyangkut daya tahan, kinerja, jarak tempuh kursi roda, dan lainnya. Tak hanya itu, pengguna juga akan menerima pertanyaan seputar penggunaan kursi roda setiap bulannya.
Menurut Dr. Karen Reyes dari UCP Wheels, data yang diambil melalui GUV akan menjadi bahan penelitian berguna bagi penyandang cacat. Ia berharap kerja sama tersebut bisa menjadi dasar pembuatan kursi roda yang ideal. Dengan kursi roda yang ideal, penyandang cacat bisa lebih mudah melakukan kegiatan hariannya.
Sebenarnya ini bukan tindakan pertama Google dalam mengembangkan fitur bagi pengguna kursi roda. Tahun lalu perusahaan ini mengembangkan fitur Google Maps dalam memberikan informasi tentang tempat makan, pertokoan, atau bangunan umum lain yang dapat diakses oleh pengguna kursi roda.
Indonesia terpilih sebagai tempat penelitian karena memiliki 4,5 persen orang dengan cacat fisik dari seluruh populasi. Menurut data, sekitar 70 juta orang di Indonesia membutuhkan kursi roda, namun hanya 5-15 persen di antaranya yang memiliki akses. Dalam kehidupan nyata, orang dengan kondisi seperti ini sulit untuk masuk sekolah. Akibatnya, tingkat pengangguran semakin tinggi sehingga berujung pada kemiskinan.
Harapannya, inovasi dari Google ini bisa membantu para pengguna kursi roda untuk meningkatkan kemampuan bertahan para pengguna kursi roda. Cool, huh?
